Persebaya Pakai Teknologi Canggih VALD, Cedera Pemain Bisa Dideteksi Lebih Dini
"Semua dijawab dengan angka. Berapa persen perbedaannya, nanti datanya diberikan kepada pelatih fisik dan tim fisioterapi untuk membuat program latihan, kemudian dievaluasi lagi secara berkala," ujarnya.
Evaluasi kondisi pemain akan dilakukan sebanyak empat hingga enam kali selama satu musim, mulai pramusim, pertengahan kompetisi, hingga akhir musim. Dengan cara tersebut, perkembangan kondisi fisik pemain dapat dipantau secara objektif.
Meski seluruh pemain dalam kondisi sehat, dr Tommy menyebut masih ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan agar performa mereka benar-benar optimal.
"Prinsipnya pemain harus sehat dulu, baru bisa tampil maksimal," katanya.
Dalam penerapannya, Persebaya menggunakan sejumlah perangkat teknologi VALD. HumanTrak dimanfaatkan untuk menganalisis pola serta rentang gerak tubuh dalam bentuk tiga dimensi guna meningkatkan efisiensi gerakan sekaligus menekan risiko cedera.
Selain itu, ForceDecks digunakan untuk mengukur daya ledak, keseimbangan tubuh, serta kesiapan neuromuskular. Sementara itu, ForceFrame berfungsi mengukur kekuatan otot secara isometrik sehingga keseimbangan dan perkembangan performa atlet dapat dipantau secara akurat.
Perangkat SmartSpeed dimanfaatkan untuk mengukur kecepatan, kelincahan, waktu reaksi, hingga kemampuan sprint menggunakan sistem timing gate berbasis sensor nirkabel.
Adapun NordBord digunakan untuk mengukur kekuatan dan keseimbangan otot hamstring. Hasil pengujian tersebut menjadi dasar tim medis dalam menyusun program pencegahan cedera sekaligus peningkatan performa pemain.
Persebaya mengoptimalkan performa pemain dengan teknologi VALD berbasis sport science untuk mencegah cedera dan meningkatkan kebugaran.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News