44 Hari Buron, Pembunuh ASN Bangkalan Belum Tertangkap, Keluarga Ungkap Harta yang Hilang
Dari pencocokan tersebut, keluarga mendapati sejumlah perhiasan emas milik korban diduga telah hilang.
"Kalau melihat sisa perhiasan yang ada di rumahnya, ada beberapa yang dibawa pelaku. Bisa sekitar sekilo yang hilang. Salah satunya itu ada gelang yang dipakai ke Batu, 12 biji, gelang renceng namanya. Belinya Rp160 juta, itu dulu saat harga emas Rp800 ribu. Kalau sekarang sudah berkali-kali lipat," ungkapnya.
Tidak hanya perhiasan, keluarga juga menduga uang tunai sekitar Rp270 juta milik Ruly ikut hilang.
Menurut Risang, uang tersebut sebelumnya disiapkan korban untuk membeli rumah. Sementara kekurangan biaya pembelian rumah rencananya akan dipenuhi dengan menjual emas miliknya.
Uang tunai tersebut disimpan di dalam lemari karena korban hanya memiliki satu rekening bank dan tidak mempunyai brankas.
"Untuk jumlah uang, sifatnya masih dugaan karena kami tidak tahu pasti. Namun sebelumnya Bu Ruly memang berencana membeli rumah. Saat itu pernah disampaikan bahwa tersedia uang tunai sekitar Rp270 juta, sedangkan kekurangannya akan dipenuhi dengan menjual emas. Uangnya itu cash," jelas Risang.
Meski demikian, keluarga korban mengaku masih mempercayakan penanganan perkara tersebut kepada kepolisian.
Keluarga berharap penyelidikan segera membuahkan hasil dan Erlan dapat ditangkap untuk mengungkap secara terang perkara yang menewaskan Ruly.
Tepat 44 hari setelah kasus pembunuhan Ruly Yunis Setiawati (50) Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News