Pelaku Curanmor Modus Tuduhan Palsu di Surabaya Ternyata Sudah Beraksi di 17 Lokasi
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto, menjelaskan, saat kejadian korban bersama temannya, hendak bermain bola di Lapangan Putroagung, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari.
Korban berangkat bersama temannya K, dengan membawa sepeda motor sendiri sendiri, akan pergi bermain bola.
“Kemudian korban bersama temannya tiba tiba diberhentikan, dan disuruh turun oleh 4 orang yang tidak dikenal,” jelas AKP Hadi, dikonfirmasi Rabu (8/7).
Para pelaku saat itu menuduh korban sebagai orang yang ikut Tawuran, di kawasan Kenjeran, Kota Surabaya.
Salah satu pelaku lalu naik ke sepeda motor korban,serta diminta menuruti keinginan mereka, untuk bepergian tanpa arah maupun tujuan jelas.
“Teman Korban dibiarkan pergi. Korban dibawa dengan diikuti 3 orang di belakangnya melewati makam Wr. Supratman, putar balik menuju lampu merah Kenjeran, belok kanan ke arah Tambang boyo, sampai lampu merah belok kanan arah Pacar Keling,” bebernya.
Perbuatan pelaku dimulai ketika tiba di wilayah Ambengan Surabaya. Korban disuruh turun oleh pelaku dan dipaksa mengeluarkan Hp, STNK, dan kunci motor keyless.
“Korban tidak mau kemudian salah satu pelaku memukulnya di bagian muka, akhirnya diambil pelaku,”urainya.
Sindikat begal motor di Surabaya dibongkar. Pelaku menyasar pelajar SMP dengan modus menuduh korban terlibat tawuran sebelum membawa kabur sepeda motor.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News