Pelaku Curanmor Modus Tuduhan Palsu di Surabaya Ternyata Sudah Beraksi di 17 Lokasi
Pelaku pun mengungkapkan, jika korban yang sengaja diincar adalah pelajar SMP, sedang bepergian mengendarai sepeda motor.
“Korban itu umurnya SMP, Pak. Kami pepet, Pak. Lalu kami minta minggir dulu, bilang habis nabrak anak. Korban praktis membantah itu kami ajak melihat untuk dipertemukan,” kata pelaku.
“Kami bilang sampean tak temukan dulu aja, satu-satu begtu, Pak, sama korbannya. Jadi, yang punya motor kami ambil dulu, menjauh dari lokasi,” imbuhnya.
Jika korban bersama temannya maka diminta tidak beranjak ke mana mana, sampai urusan selesai.
“Kami minta temannya menunggu bersama sepeda motor korban, sebelum akhirnya kendaraan dibawa kabur,” urainya.
Mendengar penuturan kedua tersangka, Kombespol Luthfie meminta sepeda motor milik korban segera ditemukan.
“17 kali beraksi kok menyesal! Menyesal itu sekali langsung menyesal. 2 hari ini motor yang 17 itu harus balik! Itu punya korban itu, cari itu! Sanggup enggak?. Kenapa kok tidak sanggup, wong kamu malingnya,” tandas Kombespol Luthfie.
Aksi terakhir MR dan MJ menyasar korban inisial FSMI, warga Kapas Madya, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Selasa (7/6)
Sindikat begal motor di Surabaya dibongkar. Pelaku menyasar pelajar SMP dengan modus menuduh korban terlibat tawuran sebelum membawa kabur sepeda motor.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News