Kepercayaan di Panggung Berujung Luka, Begini Pengakuan Korban Arisan Bodong di Surabaya
“Saya setor lagi, tetapi setelah itu macet. Sampai jelang Mei 2026 sudah tidak bisa dicairkan sama sekali,” ujar Ema.
Kecurigaan pun tumbuh. Para korban yang awalnya saling percaya mulai saling bertanya dan mencari kejelasan.
Fakta yang muncul justru semakin membuat mereka terpukul, dugaan kerugian kolektif disebut mencapai lebih dari Rp2 miliar, sudah termasuk janji bunga keuntungan yang dijanjikan.
Korban lain, Hima Arshita biduan asal Menganti, Gresik, juga mengalami luka yang sama. Dia mengaku merugi sekitar Rp14.000.000, uang yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil manggung.
“Saya lihat postingannya selalu lancar, jadi percaya. Ternyata bukan saya saja, banyak yang kena,” ucapnya lirih.
Di balik angka-angka itu, ada kisah yang lebih sunyi. Ada yang kehilangan tabungan kerja malam demi malam di panggung kecil, ada yang berharap uang itu untuk kebutuhan keluarga, ada pula yang kini hanya bisa menatap sisa percayaan yang sudah runtuh.
Kini, para korban yang jumlahnya puluhan hingga hampir seratus orang itu hanya berharap satu hal, uang mereka kembali, atau ada pertanggungjawaban yang jelas atas semua yang telah terjadi. (mcr23/jpnn)
Begini pengakuan korban arisan bodong biduan di Surabaya yang totalnya mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News