Tragis, Ibu di Trenggalek Habisi Bayi yang Baru Dilahirkan karena Alasan Ekonomi

Senin, 08 Desember 2025 – 18:30 WIB
Tragis, Ibu di Trenggalek Habisi Bayi yang Baru Dilahirkan karena Alasan Ekonomi - JPNN.com Jatim
Petugas Inafis Polres Trenggalek melakukan olah tempat kejadian perkara pembunuhan bayi di Panggul, trenggalek. (Antara/HO - Hamam daffa)

jatim.jpnn.com, TRENGGALEK - Sat Reskrim Polres Trenggalek menangani kasus kematian tragis seorang bayi laki-laki yang diduga dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri S (34) warga Desa Terbis, Kecamatan Panggul. Aksi nekat itu diduga dipicu masalah ekonomi.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro mengatakan, kasus tersebut dilaporkan ke polisi pada Jumat (5/12) malam, setelah kepala desa setempat menerima informasi adanya bayi meninggal tidak wajar dan telah dikuburkan.

"Saat kami menerima laporan sekitar pukul 19.00 WIB, bayi itu sudah dikubur di TPU Dusun Dayu Dulur," kata Eko, Senin.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan tim forensik untuk melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah bayi tersebut. Hasilnya, ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

"Ditemukan tanda kekerasan pada leher, dada, dan kepala yang menyebabkan korban kehabisan oksigen hingga meninggal dunia," jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengarah kepada S yang merupakan ibu kandung korban. Setelah pemeriksaan saksi dan barang bukti, S akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah seorang warga lanjut usia berinisial TM (70) menemukan jasad bayi di sebuah kebun saat mencari rumput. Bayi tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam karung putih, lalu dibawa pulang warga dan dimakamkan.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku melahirkan bayinya seorang diri di kebun, sekitar 15 meter dari rumahnya, pada Jumat siang.

Kasus tragis terjadi di Trenggalek. Seorang ibu diduga membunuh bayi kandungnya sendiri karena alasan ekonomi.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News