Sadis, Anak 7 Tahun Asal Sidoarjo Disiksa Orang Tua, Terlantar di Pasar Kebayoran Lama
Setelah pulih, korban mengaku ditelantarkan seusai naik kereta api bersama Eni. Dia juga sempat menyebut pernah sekolah di TK Masyitoh/TK Balong Bendo, Sidoarjo.
Kemudian pada 7 September 2025, Bareskrim Polri bersama Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menelusuri jejak korban hingga menemukan lokasi sekolahnya.
Polisi akhirnya menangkap Eni dan Siti di kos mereka di Krian, Sidoarjo. Hasil pemeriksaan mengungkapkan fakta keji. Korban kerap dianiaya dengan cara dipukul, ditendang, dibanting, hingga disiram bensin dan dibakar wajahnya di kebun tebu.
Tidak berhenti di situ, korban juga dipukul kayu sampai patah tulang, dibacok dengan golok, serta disiram air panas.
"Korban dibakar pakai bensin oleh Eni, disiram air panas oleh Siti, dan korban selalu dipukul berulang-ulang disuruh makan nasi basi dan minum air keran oleh Eni," bebernya.
Kini, kasus penyiksaan dan penelantaran ini masih ditangani Direktorat Tipid PPA dan PPO Bareskrim Polri. (mcr12/jpnn)
Anak berusia tujuh tahun asal Sidoarjo mengalami penyiksaan orang tuanya lalu ditelantarkan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News