Dua Mahasiswa yang Diperas Oknum Polisi Dimintai Uang Rp7-10 Juta, Begini Kronologinya
“Mereka menghentikan mobil dan bilang ini bagian dari operasi gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan wartawan,” jelasnya.
Salah satu orang lantas menuduh mereka berdua sedang melakukan hal-hal asusila. Kedua mahasiswa itu berusaha menjelaskan situasi.
Namun, Bripka H malah naik ke mobil dan memaksa RA duduk di kursi samping kemudi, sedangkan KV dipaksa pindah ke kursi belakang.
Kedua mahasiswa itu lantas dibawa berputar-putar di wilayah Surabaya Timur oleh Bripka H.
Selama di jalan, Bripka H menekan kedua mahasiswa dan mengancam akan dibawa ke Polda Jatim untuk klarifikasi. Sesampainya di depan Polda Jatim, Bripka H malah kendor.
Dia sempat mengatakan kepada kedua mahasiswa agar permasalahan cukup diselesaikan dengan memberikan sejumlah uang kepada dirinya.
“biar sama-sama enak, biar saya usahakan, biar gampang, dan akhirnya bilang butuh uang Rp 7–10 juta, tetapi anak saya gak bawa uang segitu,” kata Djumadi menirukan perkataan Bripka H.
Kedua mahasiswa itu lantas menawarkan uang yang dipunya sebesar Rp 650 ribu. Bripka H lantas mengendarai mobil menuju minimarket drive thru A Yani.
Kronologi mahasiswa diduga jadi korban pemerasan anggota Polsek Tandes
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News