2 Mahasiswa Diduga Menjadi Korban Pemerasan Oknum Polisi di Surabaya

Selasa, 24 Juni 2025 – 18:30 WIB
2 Mahasiswa Diduga Menjadi Korban Pemerasan Oknum Polisi di Surabaya - JPNN.com Jatim
Ilustrasi seorang oknum polisi melakukan pemerasan kepada mahasiswa. Foto: Ilustrasi Perplexity.

“Anak saya dilarang buka HP, katanya ‘hargai saya’, bahkan waktu bilang mau kabari orang tuanya, malah dibentak,” kata Djumadi.

RA dn KV sempat meminta nomor rekening Bripka Hengki untuk melakukan transfer, tatapi ditolak mentah-mentah. Korban juga sempat menantang agar dibawa ke Polda Jatim, tatapi ditolak dengan alasan sungkan kepada teman-temannya.

“Dia enggak mau kasih nomor handphone, enggak mau ditransfer. Katanya uang itu buat cabut laporan. Waktu ditawari antar ke Polda malah bilang, ‘jangan, enggak enak sama teman-teman saya’,”pungkasnya.

Aksi Bripka H selesai pada pukul 00.00 WIB setelah membawa uang dan ATM RA. Dia turun sendiri dari mobil dan meminta agar kedua mahasiswa itu pergi. 

Sementara itu, Kapolsek Tandes AKP Julkifli Sinaga saat dikonfirmasi mengakui bahwa Bripka H adalah anggotanya. Saat ini, dia sudah diproses di Propam Polrestabes Surabaya.

“Yang bersangkutan (Bripka H) sudah kami amankan dan sedang ditangani Propam Polrestabes Surabaya. Nanti keterangan lebih lanjut lewat Kasi Humas,” jelas Julkifli. (mcr12/jpnn)

Dua mahasiswa menjadi korban pemerasan polisi dengan tuduhan melakukan asusila hingga diminta uang Rp7-10 juta.

Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra

Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News