Perempuan di Jember Berbuat Nekat Membahayakan Diri Sendiri, Kini Menyesal

Jumat, 20 Mei 2022 – 12:01 WIB
Perempuan di Jember Berbuat Nekat Membahayakan Diri Sendiri, Kini Menyesal - JPNN.com Jatim
Kepala Polres Jember AKBP Hery Purnomo saat menggelar konferensi pers terkait penjualan benih lobster ilegal di Markas Polres Jember, Kamis (19/5/2022) sore. ANTARA/HO-Polres Jember

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kawasan Jember rentan terjadi penjualan benih lobster ilegal. Tercatat dalam sebulan terakhir ada tiga kasus terungkap oleh polisi.

Terbaru, Sat Reskrim Polres Jember menggagalkan penjualan 3.000 benih lobster dari seorang perempuan berinisial W asal Puger Kulon. Dia menjadi pengepul ilegal di wilayah setempat.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan pelaku melakukan penjualan benih lobster secara ilegal hampir satu tahun.

Dia membeli benih tersebut dari nelayan seharga Rp 9.000 untuk jenis mutiara dan Rp 5.000 jenis pasir per ekornya. Setelah itu

Kemudian, dijual kepada pembeli sebesar Rp 12.000 untuk benih lobster mutiara dan Rp 6.250 per ekor untuk jenis pasir.

"Yang bersangkutan tak memiliki izin memperjualbelikan benih lobster yang didapatkan dari nelayan wilayah Kecamatan Puger sehingga hal tersebut melanggar undang-undang," ujarnya.

Perempuan tersebut dijerat Pasal 26 ayat 1 UU Nomor 45/2009 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Pasal 92 Jo Pasal 26 UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

"Kami juga menerapkan Pasal 88 UU Nomor 45/2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31/2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar," lanjutnya.

Seorang perempuan di Jember ditangkap polisi lantaran menjadi pengepul benih lobster ilegal di kawasan Puger.
Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News