EJIF 2026: SIER Kantongi LoI dari Dua Perusahaan, Emil Dardak Bicara Investasi Jatim
Dirut PT SIER Alif Abadi mengatakan penandatanganan LoI menjadi bagian dari kepercayaan investor terhadap SIER sebagai kawasan industri yang mampu memberikan dukungan terhadap kebutuhan investasi.
“Kepercayaan investor menjadi modal penting bagi SIER untuk terus berkembang. Kami memiliki kawasan industri dengan fasilitas yang lengkap dan terus kami tingkatkan, termasuk dukungan pergudangan dan BPSP yang dapat menunjang kebutuhan operasional dan pertumbuhan bisnis para investor,” ujar Alif.
Menurut dia, SIER akan terus memastikan kawasan industri yang dikelola mampu menghadirkan ekosistem investasi yang aman, nyaman, kompetitif, dan berkelanjutan bagi pelaku usaha.
“Bagi kami, setiap investasi bukan sekadar penambahan kegiatan usaha, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang memberikan manfaat jangka panjang bagi Jawa Timur,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap komitmen LoI tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi investasi yang memperkuat struktur ekonomi daerah.
Menurut Emil, pengembangan investasi perlu didukung ekosistem yang kondusif agar mampu mendorong pertumbuhan industri sekaligus memperluas manfaat ekonomi.
Emil mengatakan Jawa Timur tidak ingin sekadar menjadi tujuan investasi, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan investasi berkembang dan menghasilkan nilai tambah.
“Hari ini kita fokuskan pada strategic policy-nya supaya terus memastikan Jawa Timur punya ekosistem yang kondusif. Jatim itu regional economy, industri yang paling menopang. Maka yang harus dijadikan fokus itu keunggulan dalam ekosistem perekonomian, terutama industri manufaktur yang ada di Jawa Timur,” jelasnya.
SIER menandatangani LoI dengan PT Freyabadi Indotama dan PT Filtrona Manufacturing Indonesia dalam EJIF 2026 di Surabaya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News