Dindik Jatim Ingatkan Siswa Tak Serahkan Sepenuhnya Proses Berpikir kepada AI
Aries menjelaskan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia berlandaskan empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus menjadi pijakan generasi muda ketika menghadapi perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat.
Aries juga menyebut tiga kunci kepemimpinan yang perlu dibangun sejak dini, yakni kemampuan memimpin diri sendiri, memimpin orang lain, dan memimpin perubahan.
Dia mendorong lulusan sekolah taruna di Jawa Timur memiliki kemampuan untuk belajar dari berbagai penjuru dunia. Para siswa juga perlu menguasai teknologi terbaru, bahasa internasional, menggunakan AI secara bijak, serta membangun jejaring global.
“Belajar dari dunia, lalu membawa manfaatnya pulang ke Indonesia,” katanya.
Aries menegaskan karakter kepemimpinan tidak hanya dibangun melalui teori, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari.
Seorang pemimpin, menurut dia, harus membiasakan diri tidak mencontek, tidak memalsukan laporan, tidak menyalahgunakan jabatan, tidak merendahkan junior, berani mengakui kesalahan, dan berani menyampaikan kebenaran meskipun tidak populer.
Untuk memperkuat karakter tersebut, Aries mengajak siswa meneladani sejumlah tokoh nasional dan dunia.
Bung Hatta, misalnya, disebut memberikan pelajaran tentang pentingnya ilmu, prinsip, serta kebermanfaatan bagi masyarakat. Sementara BJ Habibie menjadi contoh pentingnya kompetensi, keberanian, dan penguasaan teknologi.
Dindik Jatim mengingatkan siswa agar tidak bergantung sepenuhnya pada AI. Generasi muda harus mampu berpikir mandiri, kritis, dan berlandaskan data.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News