Kasus ISPA di Tulungagung Melonjak, Dua Puskesmas Penuh

Sabtu, 03 Oktober 2026 – 11:06 WIB
Kasus ISPA di Tulungagung Melonjak, Dua Puskesmas Penuh - JPNN.com Jatim
Dokter memeriksa kondisi perut pasien menggunakan alat stetoskop di ruang rawat inap Puskesmas Kauman, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026). Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mencatat rata-rata kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) periode Januari-September 2026 mencapai 147 ribu kasus per bulan dengan puncak ledaan kasus terjadi pada Agustus 2026 dengan 211 ribu kasus. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada keterisian ruang rawat inap di sejumlah puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Desi Lusiana Wardhani mengatakan peningkatan kasus ISPA mulai terlihat sejak awal 2026 dan semakin meningkat pada Juli hingga Agustus.

Sementara itu, data kasus ISPA pada September masih dalam proses penghitungan. Namun, berdasarkan pemantauan di sejumlah puskesmas, jumlah pasien masih tergolong tinggi.

"Untuk yang bulan September masih belum kita hitung, tetapi perkiraan masih cukup tinggi berdasarkan pemantauan di puskesmas," kata Desi, Jumat (2/10).

Lonjakan kasus tersebut turut berdampak terhadap tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) ruang rawat inap puskesmas. Secara keseluruhan, rata-rata BOR puskesmas di Tulungagung berada di kisaran 39 persen.

Namun, terdapat dua puskesmas yang tingkat keterisian ruang rawat inapnya mencapai 100 persen, yakni Puskesmas Kauman dan Puskesmas Karangrejo.

"Beberapa puskesmas untuk rawat inapnya penuh, di antaranya Puskesmas Kauman dan Puskesmas Karangrejo. Namun ada juga yang masih tersedia, artinya kondisi ini tidak terjadi secara menyeluruh di Tulungagung," ujarnya.

Desi menjelaskan pasien ISPA yang menjalani rawat inap umumnya membutuhkan waktu perawatan sekitar tiga hingga empat hari. Namun, masa perawatan dapat lebih lama, yakni mencapai lima hingga tujuh hari, tergantung tingkat keparahan kondisi pasien.

Dinkes Tulungagung mencatat lonjakan kasus ISPA sejak awal 2026. BOR ruang rawat inap Puskesmas Kauman dan Karangrejo mencapai 100 persen.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News