Penemu FSN Hadir di Surabaya, 50 Praktisi Kesehatan Ikuti Workshop Internasional
Demonstrasi itu memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung penerapan teknik FSN pada kasus muskuloskeletal yang umum ditemui dalam praktik klinis.
"FSN tidak hanya dipelajari melalui teori. Peserta perlu memahami bagaimana teknik diterapkan secara langsung pada kondisi klinis, termasuk bagaimana menentukan area dan teknik intervensi berdasarkan kondisi pasien," kata Prof Fu Zhonghua dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10).
Memasuki hari kedua, peserta mendapat kesempatan mempraktikkan teknik FSN secara langsung.
Dr Chen Bicheng memfasilitasi praktik penusukan FSN dalam kelompok-kelompok kecil. Format tersebut memungkinkan peserta memperoleh pendampingan lebih dekat sekaligus koreksi langsung terhadap teknik yang dipraktikkan.
Bagi peserta, sesi praktik menjadi kesempatan untuk menerapkan materi teoritis yang diperoleh pada hari pertama.
"Pembelajaran FSN membutuhkan pemahaman teori sekaligus keterampilan tangan. Karena itu, praktik langsung menjadi bagian penting agar peserta dapat memahami teknik dengan lebih baik," ujar Dr Chen Bicheng.
Workshop juga memperkenalkan perspektif integratif melalui materi yang disampaikan Prof. Yu Yanfang.
Prof Yu membahas keterkaitan terapi herbal Traditional Chinese Medicine (TCM) dengan fungsi limpa dan lambung, serta kemungkinan pendekatan herbal dikombinasikan dengan FSN dalam kerangka terapi TCM.
Sekitar 50 praktisi kesehatan mengikuti Workshop FSN Internasional di Surabaya dengan menghadirkan Prof Fu Zhonghua dan dua pakar FSN dari Tiongkok.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News