Jatim Juara Umum OPSI 2026, Borong 9 Medali dan Pertahankan Gelar Keenam Kalinya
Aries menegaskan prestasi di OPSI tidak sekadar menjadi capaian dalam kompetisi. Menurut dia, ajang tersebut juga menunjukkan pentingnya membangun budaya penelitian sejak jenjang sekolah.
Melalui kegiatan penelitian, siswa dilatih mengidentifikasi persoalan, menyusun solusi berbasis data, hingga menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Saat ini, kegiatan penelitian di satuan pendidikan juga cukup masif dilakukan melalui Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
Melalui KIR, siswa didorong mengerjakan berbagai proyek penelitian dengan pendekatan problem solving, terutama terhadap persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar.
"Penelitian harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih menemukan masalah, melakukan penelitian, dan menghasilkan solusi. Ini yang akan membentuk kemampuan berpikir kritis dan inovatif mereka," jelasnya.
Pada OPSI 2026, penelitian siswa dikompetisikan dalam sejumlah bidang. Salah satunya Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) yang mencakup penelitian ilmu dasar, matematika, kimia, biologi, dan sains murni.
Kemudian bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR) yang meliputi inovasi teknologi, rekayasa teknik, energi terbarukan, dan penelitian terapan.
Adapun bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH) mencakup penelitian sosial, psikologi, ekonomi, serta berbagai kajian humaniora.
Pelajar Jatim menjadi juara umum OPSI 2026 dengan meraih sembilan medali. Prestasi ini mempertahankan gelar juara umum untuk keenam kalinya sejak 2021.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News