Demo Sopir Truk di Pertamina Surabaya Bubar Setelah Dijanjikan Bertemu BPH Migas
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Massa sopir truk tronton dan kendaraan towing yang menggelar aksi di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di Surabaya, akhirnya membubarkan diri.
Ratusan pengemudi truk tersebut menggelar aksi di kantor yang berada di Jalan Jagir Wonokromo, itu sejak Rabu (30/9). Namun, pihak Pertamina tak kunjung menemuinya.
Mereka pun memutuskan untuk bermalam di depan kantor tersebut, sampai Kamis (1/10) hari ini. Pertamina baru menerima permintaan melakukan proses mediasi dengan masa.
Massa yang mengatasnamakan Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) itu membahas perihal barcode sebagai syarat BBM bersubsidi dan kendaraan towing bisa membeli solar.
“Iya, proses mediasinya tadi dimulai sekitar pukul 13.30 sampai dengan 15.30 WIB,” kata Koordinator Lapangan GSJT Supriyono ketika dikonfirmasi.
Selanjutnya, para pengemudi truk dan Pertamina sepakat akan mengundang pihak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dalam pertemuan berikutnya, Senin (5/10).
“Kami akan dipertemukan dengan pihak BPH migas terkait status kendaraan towing di kantor Pertamina Jagir, hari Senin Besok. Massa langsung persiapan pembubaran,” jelasnya.
Supriyono mengungkapkan pihaknya tidak ingin terus menggelar aksi demo, agar bisa bekerja kembali. Oleh karena itu, dia berharap segera ada kepastian perihal BBM
subsidi bagi sopir.
Sopir truk yang menggelar aksi di Kantor Pertamina Surabaya bubarkan diri, setelah dijanjikan bertemu BPH Migas
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News