Demo Sopir Truk Lumpuhkan Jalan Jagir Surabaya, Pengamat Soroti Anjloknya Omzet UMKM
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Aksi demonstrasi Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) yang menutup Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya, berpotensi berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga sekitar.
Aksi yang berlangsung pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 tersebut menyebabkan arus kendaraan di kawasan Surabaya Selatan terganggu.
Ratusan truk dan kendaraan towing terparkir di depan kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus selama aksi berlangsung.
Pengamat Sosial Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya Arin Setiyowati mengatakan penutupan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur terdampak.
"Penutupan jalan total membuat arus konsumen UMKM harian seperti warung makan dan toko kelontong anjlok drastis 80 hingga 90 persen," kata Arin, Kamis (1/10).
Menurut dia, terdapat ratusan pelaku usaha kecil di sepanjang jalur tersebut dengan omzet harian berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta.
Pedagang, kata Arin, juga tetap harus menanggung biaya sewa tempat serta risiko bahan makanan yang tidak terjual dan akhirnya membusuk.
"Apabila dihitung akumulasi selama tiga hari, nilai kerugian ekonomi kawasan tersebut bisa menembus angka ratusan juta rupiah," ujarnya.
Aksi GSJT menutup Jalan Jagir Wonokromo selama tiga hari. Pengamat menilai penutupan jalan berdampak terhadap UMKM dan aktivitas logistik.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News