Sopir Truk Menginap di Kantor Pertamina Surabaya, Minta Barcode Solar Subsidi Dihapus
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan sopir truk masih melanjutkan aksi demonstrasi di Kantor Pertamina Jatimbalinus, di Jalan Jagir Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Kamis (1/10).
Koordinator lapangan massa Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) Supriyono mengatakan total ada sekitar 300 truk tronton dan kendaraan towing bermalam, sejak Rabu (30/9).
“Sampai saat ini masih belum ada iktikad baik dari pihak Pertamina untuk bertemu dengan kami,” kata Supriyono ketika dikonfirmasi.
Supriyono menyebut alasan Pertamina enggan menemui massa sopir truk tersebut, karena kebijakan barcode sebagai syarat pengambilan solar bersubsidi merupakan kewenangan BPH Migas.
“Mereka hanya beralasan bahwa regulasi berasa pada BPH Migas. Kami meminta agar BPH Migas dihadirkan agar permasalahan bisa segera diatasi,” jelasnya.
Para pengemudi truk berharap Pertamina bersedia melakukan proses mediasi, agar masalah BBM subsidi itu segera diselesaikan. Sebab, mereka juga harus bekerja kembali.
“Harapan kami agar kasus ini bisa selesai. Kami ini kan hanya pemilik (kendaraan) perorangan, sehingga kami bisa segera mencari nafkah dan tidak ada lagi aksi unjuk rasa,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan, ratusan truk milik massa aksi masih terparkir di sekitar Jalan Jagir Wonokromo. Hal tersebut membuat akses rute di sekitar lokasi dialihkan ke jalan lainnya.
Ratusan sopir truk masih bertahan di Kantor Pertamina Surabaya, minta barcode solar bersubsidi dihapus
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News