Sopir Truk Jatim Keluhkan Sistem Subsidi Solar, Berdampak ke Pengiriman Barang
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Para sopir truk mengaku subsidi solarnya terpotong secara tiba-tiba hingga bercode miliknya diblokir oleh pihak Pertamina. Akhirnya, mereka terpaksa telat mengantar pengiriman.
Sejumlah kesulitan tersebut yang membuat raturan pengemudi truk tronton dan kendaraan towing menggelar aksi demonstrasi, di Kantor Pertamina Surabaya, Rabu (30/9).
Koordinator lapangan massa Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) Supriyono mengatakan permasalahan barcode dan jatah solar subsidi tersebut meresahkan para pengendara truk.
“Aksi di Pertamina ini kami konsentrasi dengan barcode yang berkaitan dengan subsidi BBM dan berkaitan dengan solar,” kata Supriyono saat ditemui di lokasi demonstrasi.
Supriyono menyebut ada sopir truk ekspedisi mengeluhkan barcode miliknya secara tiba-tiba diblokir. Selain itu, jatah solar subsidinya juga berkurang sebelum digunakan.
“Truk towing tidak dapat mengisi di SPBU solar karena ada larangan dari Pertamina. Larangannya ada foto ditaruh di tiap-tiap SPBU. Jadi, mereka sudah enggak boleh, ditolak,” ujarnya.
GSJT mencatat sekitar 150 pengemudi truk yang mengaku barcode miliknya diblokir dalam tiga bulan terakhir. Di sisi lain, terkait berkurangnya jatah subsidi bisa mencapai setengahnya.
“Kuotanya (solar subsidi) itu sampai 200 liter ya, untuk yang besar segitu, kadang hilangnya setengahnya. Rentan ketika kami jalan enggak bisa mengisi lagi di tempat yang jauh,” jelasnya.
Pengemudi truk mengeluhkan sistem subsidi solar dari Pertamina, berdampak pada pengiriman barang
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News