Transformasi Pelindo Group, Serikat MEPS Minta Penataan Organisasi Dilakukan Terukur
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Aliansi Serikat Marine Equipment Port Service (MEPS) mendorong dialog konstruktif antara serikat pekerja dan manajemen PT Pelindo (Persero) di tengah program transformasi dan penataan organisasi Pelindo Group.
Dorongan tersebut disampaikan dalam pertemuan Aliansi Serikat MEPS dengan manajemen Pelindo di Surabaya, Senin (28/9).
Aliansi tersebut terdiri dari Serikat Pekerja PT Lamong Energi Indonesia (SP LEGI), Serikat Pekerja Pelindo Marine Service (SP PMS), Serikat Pekerja PT Berkah Industri Mesin Angkat (SP BIMA), Serikat Pekerja PT Pelindo Energi Logistik (SP PEL), serta Serikat Pekerja PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (SP APBS).
Pertemuan membahas agenda transformasi dan penataan organisasi Pelindo Group, termasuk pemetaan peran dan streamlining sejumlah entitas sebagai bagian dari upaya efisiensi serta penguatan struktur perusahaan.
Perwakilan Aliansi Serikat MEPS Ichsan Vaqihadi mengatakan pihaknya memahami transformasi dan penataan organisasi merupakan bagian dari dinamika perusahaan. Namun, menurut dia, proses tersebut perlu dilakukan secara terukur dengan tetap memberikan kepastian kepada para pekerja.
“Intinya kami itu minta kepastian saja. Nanti ke depannya dan dampaknya itu seperti apa. Dari Pelindo juga komitmen terkait itu, tidak ada pengurangan secara kesejahteraan atau apa pun,” kata Ichsan, Rabu (30/9).
Ichsan yang juga Ketua Serikat Pekerja PT Berkah Industri Mesin Angkat (SP BIMA) menyebut perubahan struktur organisasi berpotensi berdampak terhadap proses bisnis, posisi, dan peran pekerja di sejumlah entitas Pelindo Group.
Dia menjelaskan agenda streamlining tersebut merupakan bagian dari arahan Danantara yang juga diikuti Pelindo. Dalam proses tersebut, sejumlah entitas di lingkungan Pelindo disebut akan mengalami penataan dan perampingan sebagai bagian dari upaya efisiensi.
Aliansi Serikat MEPS mendorong dialog konstruktif dengan manajemen Pelindo terkait transformasi, streamlining, dan kepastian pekerja.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News