Barcode Subsidi Solar Hingga Kemacetan Ketapang Jadi Tuntutan Demo Sopir Truk di Surabaya
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan sopir truk menggelar demonstrasi di Kantor Pertamina Surabaya, Rabu (30/9). Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya meminta sistem barcode untuk solar subsidi dihapuskan.
Berdasarkan pantauan, ratusan truk towing terparkir di sepanjang Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya. Kendaraan tersebut dilengkapi sejumlah spanduk terkait aksi protesnya.
“Bio solar enggak bisa dipakai terus masyarakat harus bagaimana? Kami hanya mobil ekspedisi bukan untuk tambang, barcode bikin sopir repot,” tulis spanduk pada truk.
Aksi yang digelar oleh massa yang mengatasnamakan Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) itu membawa sejumlah tuntutan, utamanya meminta sistem barcode dihapus.
“Kami minta bapak-bapak Pertamina keluar, tanggungan kami di rumah banyak, kebutuhan, angsuran, setoran, terus ini ditambah masalah bercode solar,” ucap orator di mobil komando.
Selain itu, menagih janji Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait pembiayaan penyesuaian dimensi kendaraan GSJT, meminta larangan kelebihan muatan naik kapal dihentikan.
Lalu, menagih janji kepada Jasa Marga mengenai pembiayaan penyesuaian dimensi pada 100 kendaraan anggota GSJT, beasiswa bagi anak korban kecelakaan kapal.
Kemudian, meminta tanggung jawab pemerintah atas kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, serta merevisi PMK No.16/PMK01/2027 terkait besaran santunan korban kecelakaan.
Tuntutan yang dibawa para sopir truk ketika menggelar demo di Surabaya
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News