Ratusan Sopir Truk GSJT Demo di Surabaya, Tuntut Penghapusan Barcode Solar Subsidi
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sekitar 250 sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya, Rabu (30/9). Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, salah satunya meminta penghapusan barcode untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.
Salah seorang peserta aksi, Firman mengatakan para sopir juga menuntut adanya penyesuaian dimensi kendaraan.
"Kami ingin menyampaikan sejumlah tuntutan termasuk penghapusan barcode pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan penyesuaian dimensi kendaraan," kata Firman di Sidoarjo, Rabu (30/9).
Selain itu, GSJT meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memenuhi janji pembiayaan penyesuaian dimensi kendaraan bagi para sopir. Mereka juga meminta pemerintah menertibkan kendaraan yang mengangkut muatan berlebih.
Tuntutan lainnya ditujukan kepada PT Jasa Marga. GSJT menagih janji perusahaan terkait pembiayaan penyesuaian dimensi kendaraan.
Para sopir juga meminta pertanggungjawaban terkait kemacetan yang terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang.
"Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi atas kesulitan mendapatkan solar dan memenuhi tuntutan para sopir yang selama ini kami sampaikan," ujar Firman.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi telah berada di depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Dari lokasi tersebut, peserta aksi dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju kantor Pertamina MOR V di Jalan Jagir Wonokromo.
Sekitar 250 sopir truk GSJT menggelar aksi di Surabaya. Mereka menuntut penghapusan barcode solar subsidi dan penyesuaian dimensi kendaraan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News