ISPA di Jatim Tembus 211 Ribu Kasus, Dinkes Ungkap Kondisi Terbaru
jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 2026. Kasus bahkan mencapai puncaknya hingga 211 ribu pada Agustus.
Kepala Dinkes Jatim Erwin Astha Triyono mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi seiring dengan naiknya suhu udara selama musim kemarau.
"Orang yang mengalami ISPA biasanya muncul gejala batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, hingga sesak napas," kata Erwin seusai berkunjung ke Kabupaten Tulungagung, Minggu (27/9).
Menurut dia, ISPA dapat disebabkan oleh virus, bakteri maupun kuman yang menular melalui udara dan percikan droplet ketika penderita batuk atau bersin. Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan etika batuk untuk mengurangi risiko penularan.
Penderita ISPA juga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup dan memenuhi kebutuhan nutrisi.
Erwin meminta penderita menghindari paparan asap rokok. Masyarakat juga disarankan memperhatikan kondisi tubuh selama mengalami gejala ISPA.
Secara umum, ISPA dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar tujuh hingga 14 hari. Namun, masyarakat yang mengalami keluhan tambahan atau memiliki penyakit penyerta diminta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan.
"Pasien yang memiliki komorbid, termasuk lansia dan ibu hamil, jangan menunggu penyakit sudah parah," ujarnya.
Dinkes Jatim mencatat kasus ISPA mencapai 211 ribu pada Agustus 2026. Meski melonjak, status KLB belum ditetapkan karena masih mampu ditangani.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News