Mendikdasmen Catat Ada 71.744 Sekolah Rusak di Wilayah 3T Harus Direvitalisasi
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal merevitalisasi 71.744 sekolah rusak hingga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat mendatangi acara Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan, di Kantor Disdik Jawa Timur, Sabtu (26/9) malam.
“Mekanisme (revitalisasi) tetap sama dengan tahun lalu. Jadi swakelola masing-masing satuan pendidikan, tidak ada perubahan,” kata Mu’ti kepada wartawan setelah acara.
Mu’ti menyebut total 71.744 sekolah yang akan direvitalisasi pemerintah pusat tersebut berpotensi bertambah. Namun, dia masih harus memastikan perkembangannya kembali.
“Insyaallah 71.744, tapi kemungkinan bisa tambah karena ada efisiensi sehingga sasarannya mungkin bisa tambah. Sekarang kami hitung sudah bisa tambah 6.000,” ujarnya.
Mu’ti mengungkapkan pihaknya akan memprioritaskan sekolah mengalami rusak berat dan di wilayah 3T. Di sisi lain, pengerjaannya bakal disesuaikan tanggal pengajuannya.
“Ya, tergantung dari pengusulan prioritasnya kan selalu yang bencana, rusak berat, dan 3T. Jadi, kalau yang lain-lainnya ya, bisa belakangan nanti,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengaku telah melaporkan ada 24 SMA, 100 SMK, serta 48 SLB negeri maupun swasta butuh bantuan revitalisasi.
Mendikdasmen mencatat akan memperbaiki 71.744 sekolah rusak dan di wilayah 3T Indonesia
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News