Jangan Asal Merawat, Ini yang Perlu Dipahami Caregiver Orang dengan Demensia
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mendampingi orang dengan demensia membutuhkan kesiapan dan pengetahuan dari caregiver.
Perawatan bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Caregiver juga perlu memahami tahapan demensia, menjaga aktivitas sosial, memberikan stimulasi kognitif, hingga memperhatikan pola makan.
Sahabat Alzheimer Indonesia Julitta Fitrin Elyanari mengatakan kebutuhan pendampingan berbeda sesuai tahap perkembangan demensia.
Pada fase awal, pendampingan belum tentu harus dilakukan selama 24 jam. Namun, orang dengan demensia tetap membutuhkan pendampingan ketika menjalankan aktivitas di luar rumah maupun bersosialisasi.
“Kalau masih fase awal, mungkin tidak 24 jam, tetapi tetap harus ditemani, termasuk untuk kegiatan di luar rumah, menjalankan hobi atau bersosialisasi,” kata Julitta.
Menurut dia, kebutuhan pengawasan dapat meningkat ketika orang dengan demensia memasuki fase menengah. Pada tahap tersebut, pendampingan dapat dibutuhkan lebih intensif, termasuk pengawasan sepanjang hari.
Karena itu, caregiver perlu memahami diagnosis dan perjalanan kondisi orang yang dirawat. Pengetahuan tersebut membantu keluarga menyesuaikan cara berkomunikasi dan memberikan perawatan.
“Yang pertama, diagnosis itu harus dipahami. Kita perlu tahu perjalanan dan progresinya seperti apa. Dengan mengetahui tahapan-tahapannya, caregiver akan lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi,” ujarnya.
Caregiver perlu memahami tahapan demensia agar dapat menyesuaikan pendampingan, mulai aktivitas sosial, stimulasi kognitif hingga pola makan lansia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News