Dari Gazebo Wilis hingga Tjoe Hwie Kiong, Cara Mandala Series Bercerita tentang Kediri
jatim.jpnn.com, KEDIRI - Menikmati matahari terbit setelah bermalam di tenda atau mengikuti rangkaian tradisi dari satu tahap ke tahap berikutnya menjadi dua pengalaman berbeda yang ditawarkan Kediri.
Keduanya menjadi bagian dari Mandala Wilis, seri pembuka dalam Mandala Series yang mengeksplorasi enam wilayah Selingkar Wilis.
Dalam perjalanan pertama ini, tim memilih empat destinasi untuk memperlihatkan sisi alam, budaya, sejarah, dan kehidupan lokal Kediri. Proses produksi Mandala Wilis tidak dilakukan secara spontan. Tim terlebih dahulu menjalani riset selama tiga bulan sebelum pengambilan gambar.
Setiap wilayah hanya memiliki waktu satu hari untuk proses pengambilan gambar. Karena itu, riset menjadi bagian penting untuk menentukan cerita yang akan dibawa ke dalam tayangan.
Riset dilakukan melalui media sosial, wawancara dengan masyarakat lokal, serta komunikasi dengan berbagai pihak di daerah. Hasil riset tersebut kemudian digunakan untuk menyusun alur cerita, naskah, daftar pengambilan gambar, hingga referensi visual.
Dengan persiapan tersebut, tim sudah memiliki gambaran mengenai cerita dan momen yang ingin dicari sebelum kamera mulai merekam.
Menangkap Suasana Gazebo Wilis
Salah satu lokasi yang dieksplorasi adalah Gazebo Wilis. Tim tidak sekadar ingin memperlihatkan pemandangan matahari terbit dari ketinggian. Destinasi tersebut dipilih untuk menunjukkan pengalaman menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.

Mandala Wilis mengeksplorasi Kediri melalui destinasi alam, budaya, dan tradisi. Produksi diawali riset tiga bulan sebelum pengambilan gambar.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News