Tragedi PT SPS Lamongan Tewaskan 5 Orang, Bupati Yuhronur Ingatkan Pentingnya Penerapan K3
jatim.jpnn.com, LAMONGAN - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meminta seluruh pabrik di wilayahnya melakukan pengecekan peralatan kerja secara berkala untuk memastikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Imbauan tersebut disampaikan setelah kecelakaan kerja di PT Superior Prima Sukses (SPS), Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, yang mengakibatkan lima pekerja meninggal dunia.
"Kami akan mengevaluasi dan memonitor seluruh pabrik yang ada. Alat-alat kerja supaya dicek secara periodik agar tidak membahayakan pekerja, karena kami selalu menekankan K3," kata Yuhronur, Rabu (23/9).
Baca Juga:
Kecelakaan di PT SPS terjadi pada Kamis (17/9) sekitar pukul 00.30 WIB.
Berdasarkan data terbaru, lima pekerja meninggal dunia dalam insiden tersebut, yakni M. Sahrul Fahmi (25), Imam Sugiono (34), Robith Fatahillah (20), Fiqih (31), dan Akhmad Arif Wijaya (31).
Sementara itu, dua pekerja lainnya mengalami luka bakar dan masih menjalani perawatan.
Mereka adalah Sigit Kamseno, warga Simokerto, yang mengalami luka bakar 95 persen dan dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, serta Andika Dwi Ramadhan, warga Kecamatan Laren, dengan luka bakar 35 persen yang dirawat di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo.
Yuhronur sebelumnya juga mendatangi keluarga korban pada Selasa (22/9). Bersama jajaran Pemkab Lamongan, dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, dan Dusun Celengan, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio.
Lima pekerja tewas dalam kecelakaan PT SPS Lamongan. Bupati Yuhronur meminta seluruh pabrik mengecek peralatan kerja secara berkala.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News