BMKG Sebut Kemarau di Surabaya Berpotensi Lebih Panjang Karena El Nino

Kamis, 10 September 2026 – 19:07 WIB
BMKG Sebut Kemarau di Surabaya Berpotensi Lebih Panjang Karena El Nino - JPNN.com Jatim
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Timur lebih kering akibat pengaruh El Nino. Foto: Chat GPT

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Surabaya berpotensi lebih panjang, karena dipengaruhi oleh fenomena El Nino.

Kepala Stasiun BMKG Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan mengatakan El Nino adalah fenomena iklim yang ditandai peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik bagian tengah dan timur.

“Secara umum, dampak El Niño di Indonesia adalah berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah,” kata Taufiq melalui rilisan persnya, Kamis (10/9).

Taufiq menyebut fenomena El Nino bisa menyebabkan musim kemarau menjadi lebih kering dan panjang. Dampaknya, risiko kebakaran lahan hingga kekeringan menjadi meningkat.

“Awal musim hujan berpotensi mengalami kemunduran. Mitigasi perlu diperkuat, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kemarau,” ucapnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Juanda, Siska Anggraeni mengungkapkan curah hujan di Surabaya diperkirakan masih relatif rendah pada periode September hingga November 2026.

“Pengaruh El Nino yang masih kuat ini kemungkinan memundurkan awal musim hujan. Curah hujan masih relatif rendah karena kondisi kemarau yang diperkuat oleh fenomena itu,” ujar Siska.

Selama El Nino membuat tutupan awan menjadi lebih minim, sehingga radiasi matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi, dan menyebabkan siang hari lebih terik.

BMKG sebut musim kemarau di Surabaya lebih panjang karena dampak dari El Nino
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News