8 Kali Water Bombing, Karhutla Gunung Butak Masih Belum Padam

Sabtu, 05 September 2026 – 18:00 WIB
8 Kali Water Bombing, Karhutla Gunung Butak Masih Belum Padam - JPNN.com Jatim
Karhutla Gunung Butak Malang masih menyala di Petak 100. Sebanyak 8 kali water bombing menjatuhkan sekitar 8.000 liter air, tetapi api belum padam. Foto: Dok. BPBD Malang

jatim.jpnn.com, BATU - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Kabupaten Malang masih terus dilakukan.

Hingga Sabtu (5/9), api masih menyala di kawasan Petak 100. Tim gabungan pun masih melakukan pemantauan dan penanganan melalui operasi darat maupun udara.

Administratur Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan operasi water bombing menggunakan satu unit helikopter BPBD Provinsi Jawa Timur telah dilakukan sebanyak delapan kali pada Sabtu.

"Water bombing dilaksanakan mulai jam 07.30. Selanjutnya karena pertimbangan kecepatan angin diakhiri sekitar jam 13.30 dan dilakukan sebanyak delapan kali water bombing," kata Kelik saat dikonfirmasi.

Dalam operasi tersebut, helikopter dengan registrasi PK-DAP/AS350B3e Shortie 1 melakukan delapan rit penerbangan dengan kapasitas sekitar 1.000 liter air setiap rit.

Dengan demikian, total air yang dijatuhkan dalam operasi water bombing mencapai sekitar 8.000 liter. Namun, upaya pemadaman dari udara tersebut belum sepenuhnya berhasil memadamkan api.

"Api masih menyala," ujar Kelik.

Menurut dia, penghentian sementara operasi water bombing dilakukan karena kondisi angin di kawasan Gunung Buthak cukup kencang. Walakin, penanganan tidak berhenti. Tim gabungan tetap melakukan pemadaman dari darat sekaligus memantau pergerakan titik api.

Karhutla Gunung Butak Malang masih menyala di Petak 100. Sebanyak 8 kali water bombing menjatuhkan sekitar 8.000 liter air, tetapi api belum padam.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News