Usai Dugaan Keracunan, Ponpes Manbaul Hikam Usul Pengelolaan MBG Dilakukan Mandiri

Sabtu, 05 September 2026 – 11:46 WIB
Usai Dugaan Keracunan, Ponpes Manbaul Hikam Usul Pengelolaan MBG Dilakukan Mandiri - JPNN.com Jatim
Santri Manbaul Hikam saat dievakuasi seusai keracunan MBG, Rabu (2/9). Foto: Andhi Dwi Setiawan/JPNN

jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo KH Abdul Wahid Harun mengusulkan perubahan sistem pengelolaan penyaluran makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dia berharap ke depan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat dilakukan secara internal oleh pihak pondok.

Usulan tersebut disampaikan setelah KH Abdul Wahid Harun menerima kunjungan staf khusus kepresidenan ke Ponpes Manbaul Hikam. Kunjungan itu disebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi santri setelah terjadinya dugaan keracunan makanan.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari pemerintah pusat. Harapan kami kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Program yang sebenarnya baik jangan sampai ternoda karena kelalaian dalam proses," kata KH Abdul Wahid Harun di Ponpes Manbaul Hikam, Jumat (4/9).

Menurut dia, pihak pondok sebelumnya telah berdiskusi dengan staf Wakil Presiden. Dalam pembahasan tersebut muncul gagasan agar sistem penyaluran makanan diubah sehingga pengelolaan dapat dilakukan langsung oleh lembaga.

KH Abdul Wahid Harun menyebut konsep tersebut terinspirasi dari sistem yang diterapkan di Malaysia dan Singapura. Nantinya, dana program disalurkan kepada lembaga, sedangkan proses pengadaan hingga penyajian makanan dilakukan oleh pihak pondok.

"Jadi, bukan lagi makanan datang dari luar. Dana disalurkan ke lembaga, kemudian pondok sendiri yang mengelola. Ini sudah kami diskusikan dengan staf Wapres dan mendapat respons positif," ujarnya.

Dia menilai persoalan waktu antara proses memasak hingga makanan dikonsumsi santri menjadi salah satu pertimbangan penting.

Ponpes Manbaul Hikam mengusulkan pengelolaan MBG dilakukan secara internal. Usulan muncul setelah dugaan keracunan makanan yang dialami para santri.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News