566 Anak Keracunan, Dinkes Sidoarjo Uji Lab Bahan MBG dan Muntahan Korban
jatim.jpnn.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo telah mengirimkan sampel untuk mencari penyebab siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke lab kesehatan (Labkes) Surabaya.
Kadinkes Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwanita mengatakan sampel yang diberikan adalah, muntahan siswa dan beberapa bahan masakan dari MBG yang dibagikan.
“Belum ada hasil (dari pengujian), (yang dikirim) muntahan dengan bahan makanan, tadi malam sudah di (Labkes) Surabaya,” ujar Lakhsmie di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Rabu (2/9).
Lakhsmie memperkirakan hasil uji laboratorium tersebut baru keluar sepekan ke depan. Setelah itu, pihaknya baru bisa menentukan sikap atas kasus keracunan MBG itu.
“Ya, biasanya kurang lebih satu Minggu. Sebetulnya yang paling penting adalah bukan hasilnya itu, tetapi sikap kita bagaimana terkait kalau semisalnya memang ini terbukti (bermasalah),” ujarnya.
"Permasalahan produk olahannya atau bahannya. SOP (standar operasional prosedur)-nya dijalankan atau tidak, kondisi dapurnya kalau data kami itu baik, enggak ada masalah,” imbuhnya.
Dinkes Kabupaten Sidoarjo bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga berencana melakukan proses penyelidikan, untuk mengetahui penyebab keracunan ratusan anak itu.
“Dari makanan datang sampai dengan dikonsumsi itu ada batas waktunya, ini sudah betul atau tidak. Itu yang perlu kami investigasi dan tentunya bukan dari Dinkes saja. Dari berbagai unsur termasuk dari BGN nanti diturunkan,” pungkasnya.
Dinkes Sidoarjo mengirimkan sampel MBG dan muntahan siswa keracunan ke lab untuk mengetahui kandungannya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News