88 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Masih Dirawat, SPPG Di-suspend
“Total SPPG yang beroperasi di Sidoarjo sebanyak 170, 31 di antaranya belum mengantongi izin. Temuan ini sudah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar ditindaklanjuti sehingga kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu program prioritas pemerintah yang baik,” ujar Subandi.
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN Sudaryono terkait kejadian tersebut.
BGN juga telah menerbitkan surat penghentian sementara atau suspend terhadap operasional SPPG yang terkait dengan kejadian dugaan keracunan tersebut.
Penghentian sementara berlaku mulai Rabu (2/9) untuk kepentingan investigasi.
“Akan ada investigasi dari BGN pusat apakah akan ada suspend ringan atau berat terkait operasional SPPG tersebut,” kata Teguh.
Selain investigasi, BGN masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap makanan yang disajikan kepada para santri.
Teguh memperkirakan hasil pemeriksaan laboratorium paling cepat dapat diketahui dalam waktu satu minggu. Hasil investigasi dan uji laboratorium nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah lebih lanjut terhadap operasional SPPG tersebut. (antara/mcr12/jpnn)
Sebanyak 88 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo masih dirawat setelah dugaan keracunan. BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG terkait.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News