88 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Masih Dirawat, SPPG Di-suspend
jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Sebanyak 88 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam Sidoarjo masih menjalani perawatan medis setelah mengalami dugaan keracunan makanan pada Selasa (1/9).
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan total santri yang menjadi korban dugaan keracunan mencapai 566 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 478 santri telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
“Tersisa 88 orang yang masih di rawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo sejak Selasa (1/9). Jadi total korban dari pihak ponpes sebanyak 566 santri, sisanya sebanyak 478 santri sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Subandi setelah mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (2/9).
Subandi mengatakan mayoritas santri yang masih menjalani perawatan dalam kondisi relatif stabil.
Dia memastikan seluruh santri yang mengalami dugaan keracunan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit pemerintah maupun swasta di Sidoarjo.
Sementara itu, SPPG Kali Tengah yang melayani Ponpes Manbaul Hikam dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya dinyatakan telah mengantongi izin operasional.
Namun, Pemkab Sidoarjo menemukan masih ada 31 SPPG yang beroperasi tanpa izin.
Sebanyak 88 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo masih dirawat setelah dugaan keracunan. BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG terkait.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News