Tidak Ada Korban Meninggal, Ratusan Korban Keracunan MBG Dirawat di 3 Rumah Sakit
jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi memastikan tidak ada santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam Sidoarjo yang meninggal dunia akibat dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG).
Subandi mengatakan seluruh santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit telah mendapatkan penanganan medis.
"Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar," kata Subandi seusai mengunjungi korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9) malam.
Dia menjelaskan sekitar 200 santri menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo. Sementara itu, sebanyak 15 santri dirawat di RS Delta Surya dan 58 santri lainnya mendapatkan perawatan di RS Islam Siti Hajar Sidoarjo.
Menurut Subandi, kondisi seluruh santri terus dipantau oleh tenaga medis di masing-masing rumah sakit.
Dia menyebut kondisi para pasien secara umum terus membaik. Sebagian santri bahkan telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat oleh tim medis.
Subandi meminta para wali santri dan keluarga tidak khawatir. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama pihak rumah sakit, kata dia, terus memaksimalkan pelayanan hingga seluruh pasien dinyatakan sembuh.
"Santri yang masih membutuhkan perawatan akan tetap mendapatkan pengawasan dari pihak rumah sakit sebelum diperbolehkan kembali ke rumah," ujarnya.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan tidak ada santri Ponpes Manba'ul Hikam yang meninggal akibat dugaan keracunan. Ratusan santri masih dirawat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News