Massa Gelar Aksi di Area Muktamar NU, Sebut Gus Yusuf Didiskriminasi
jatim.jpnn.com, JOMBANG - Sejumlah orang menggelar aksi saat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), di sekitar Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8).
Berdasarkan pantauan, sejumlah orang tersebut tiba secara bergerombol di pintu pengecekan area Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sekitar pukul 13.15 WIB.
Di sisi lain, sejumlah petugas gabungan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (SIGAP) dan Pagar Nusa berjaga agar massa tak melewati barikade.
Massa memutuskan melakukan orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara di depan barikade. Mereka meminta agar perwakilan panitia datang untuk menemuinya.
“Kami tidak mau dibenturkan dengan saudara Banser dan Pagar Nusa, kalau menutup jangan parah-parah, atau biarkan panitianya yang ke sini,” kata salah satu orator.
Mereka menganggap Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama (Perkum NU) membuat pencalonan Ketua Umum PBNU, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf terhambat.
“Kami menolak segala sesuatu penggunaan Perkum untuk menghalangi pencalonan KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf secara sepihak dan diskriminatif,” ucap orator lainnya.
“Perkum harus menjadi instrumen penataan organisasi bukan sebagai senjata politik untuk menyingkirkan calon tertentu dalam Muktamar PBNU. Kami meminta panitia bersikap adil,” imbuh dia.
Massa menggelar aksi di area Muktamar ke-35 NU soroti Perkum dan Gus Yusuf Didiskriminasi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News