UT Surabaya Bekali 5.293 Maba Hadapi Kuliah Jarak Jauh, Tekankan Komitmen dan Disiplin
Menurut Hendrian, perkembangan teknologi harus diikuti dengan kemampuan mahasiswa untuk menggunakannya secara bertanggung jawab.
"Untuk membentenginya kita perlu memberikan mereka semacam etika dalam pembelajaran yang menggunakan AI," tuturnya.
Sementara itu, Direktur UT Surabaya Prof Dr Suparti, M.Pd., mengatakan kegiatan LPKBJJ tahap ketiga merupakan bagian dari rangkaian layanan pendukung kesuksesan belajar jarak jauh bagi mahasiswa baru.
Pada tahap ketiga, sebanyak 669 mahasiswa mengikuti kegiatan secara luring, sedangkan 4.624 mahasiswa mengikuti secara daring.
Apabila digabungkan dengan pelaksanaan tahap sebelumnya, kegiatan LPKBJJ tahap pertama diikuti 649 mahasiswa, sedangkan tahap kedua mencapai 3.998 mahasiswa yang tersebar di sembilan kabupaten/kota penyelenggara.
"Untuk LPKBJJ layanan pendukung kesuksesan belajar jarak jauh tahap tiga ini kita selenggarakan secara luring di sini dengan jumlah peserta 670 dan 5.000 yang ikut secara daring," ujar Suparti.
Dia menjelaskan peserta tidak hanya berasal dari wilayah Kota Surabaya. Kegiatan tersebut juga diikuti mahasiswa dari berbagai daerah yang berada dalam cakupan UT Surabaya dan 28 Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT).
Adapun di antaranya terdapat mahasiswa dari Mojokerto, Ponorogo, dan Tuban.
UT Surabaya membekali 5.293 mahasiswa baru melalui LPKBJJ tahap ketiga dengan pemahaman pembelajaran jarak jauh, komitmen, disiplin, dan etika AI.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News