UT Surabaya Bekali 5.293 Maba Hadapi Kuliah Jarak Jauh, Tekankan Komitmen dan Disiplin
Selain komitmen, mahasiswa juga harus memiliki kedisiplinan dalam mengatur waktu belajar.
Hal tersebut dinilai penting karena banyak mahasiswa UT yang sudah bekerja sehingga harus membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan.
"Mereka harus punya kemandirian yang lebih daripada yang biasanya tatap muka. Jadi disiplin itu penting bagi mereka karena mereka mengatur waktu pembelajaran, apalagi banyak di antara mereka yang sudah bekerja," jelas Hendrian.
UT, lanjut dia, juga menyediakan berbagai bantuan belajar untuk memastikan mahasiswa tetap memiliki panduan dan koridor yang jelas selama menjalani proses pendidikan.
Selain membekali mahasiswa dengan pemahaman sistem pembelajaran jarak jauh, UT juga mulai memberikan perhatian terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses akademik.
Hendrian mengatakan UT memandang AI sebagai alat bantu dalam proses berpikir, bukan sebagai pengganti kemampuan mahasiswa.
"AI itu sebenarnya membantu kita dalam proses berpikir. Bukan AI yang akan menjadi panutan kita. Bukan. Tapi kita menggunakan AI dan AI itu adalah sebagai alat," ujarnya.
Karena itu, mahasiswa perlu dibekali etika dalam menggunakan teknologi AI selama proses pembelajaran.
UT Surabaya membekali 5.293 mahasiswa baru melalui LPKBJJ tahap ketiga dengan pemahaman pembelajaran jarak jauh, komitmen, disiplin, dan etika AI.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News