Muktamar ke-35 NU, LDII Soroti Lima Tantangan Umat Islam
Pesantren dan lembaga pendidikan Islam juga dinilai perlu menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Kelima, krisis lingkungan dan perubahan iklim. Dody berharap Muktamar NU turut mendorong ormas-ormas Islam menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.
Menurut dia, bencana ekologis, krisis air, sampah, degradasi lahan, dan perubahan iklim semakin berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
"Menjaga lingkungan bukan sekadar agenda pemerintah atau aktivis lingkungan. Ini bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi," tuturnya.
Dody mendorong organisasi Islam seperti NU bersama ormas Islam lainnya mengembangkan gerakan masjid dan pesantren hijau, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi air, penghijauan, serta edukasi mengenai konsumsi dan produksi berkelanjutan.
"Muktamar adalah saat yang tepat untuk melihat persoalan umat dalam perspektif yang lebih luas. Kami berharap keputusan-keputusan yang lahir dapat memperkuat persaudaraan sesama umat Islam, menjaga persatuan Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi terhadap perdamaian dunia dan peradaban umat manusia," katanya.
Dody juga menyampaikan ucapan selamat kepada NU yang tengah menggelar Muktamar ke-35 NU.
"Selamat bermuktamar untuk saudara tua kami, Nahdlatul Ulama," pungkasnya. (mcr12/jpnn)
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menyampaikan lima tantangan strategis umat Islam yang diharapkan mendapat perhatian dalam Muktamar ke-35 NU.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News