Buntut Kasus Aborsi, DPRD Jatim Minta Seleksi Raka Raki Dievaluasi
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Anggota DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas meminta tata kelola pemilihan Raka Raki Jawa Timur dievaluasi secara menyeluruh.
Desakan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya dugaan kasus yang melibatkan salah satu runner-up Raka Raki Jawa Timur dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Puguh mengatakan proses seleksi Raka Raki seharusnya tidak hanya mempertimbangkan kemampuan peserta, tetapi juga aspek karakter, moralitas, dan kepatutan.
"Proses seleksi Raka Raki seharusnya mengedepankan kapasitas intelektual, karakter, moralitas, dan kepatutan. Karena itu, yang bersangkutan perlu memberikan klarifikasi kepada publik," kata Puguh, Selasa (11/8).
Menurut dia, dugaan tersebut berpotensi mencoreng citra Raka Raki Jawa Timur yang selama ini menjadi duta promosi budaya dan pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Karena itu, dia meminta penyelenggara menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi agar proses seleksi pada masa mendatang dapat dilakukan secara lebih ketat.
Puguh berharap kandidat yang terpilih sebagai Raka Raki Jawa Timur tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas dan rekam jejak yang baik.
Apabila dugaan yang beredar terbukti, yang bersangkutan sebaiknya bersikap terbuka dan bersedia melepaskan status sebagai runner-up demi menjaga nama baik Raka Raki Jawa Timur.
DPRD Jatim meminta seleksi Raka Raki dievaluasi menyusul dugaan kasus yang menyeret salah satu runner-up. Disbudpar masih menunggu investigasi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News