Bukan Cuma Belum Punya SLHS, Dinkes Temukan SOP Dapur MBG di Tulungagung Bermasalah
Petugas juga menemukan sejumlah aspek sarana dan prasarana yang perlu diperbaiki. Di antaranya kondisi lantai yang belum memenuhi ketentuan kemudahan pembersihan serta penggunaan peralatan dapur yang belum memenuhi standar food grade.
Beberapa peralatan bahkan masih menggunakan material kayu. Padahal, peralatan pengolahan makanan seharusnya menggunakan material yang lebih mudah dibersihkan dan memenuhi standar keamanan pangan, seperti stainless steel.
Dinkes juga menemukan ketentuan dalam proses pengolahan makanan yang perlu diperhatikan, termasuk penanganan makanan setelah selesai dimasak.
Makanan yang baru selesai dimasak tidak boleh langsung ditutup dalam kondisi masih panas. Penanganan harus dilakukan sesuai prosedur untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan sebelum didistribusikan.
Mamik menegaskan penerapan SOP menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat MBG aman dikonsumsi.
Karena itu, Dinkes Tulungagung terus melakukan pemantauan terhadap dapur SPPG untuk memastikan berbagai temuan tersebut segera diperbaiki.
"Kami meminta seluruh SOP dijalankan dengan baik untuk meminimalisasi potensi terjadinya keracunan makanan," pungkasnya.
Enam kasus dugaan keracunan MBG tersebut menjadi perhatian karena seluruh dapur SPPG yang berkaitan dengan kejadian diketahui belum mengantongi SLHS.
Dinkes Tulungagung menemukan sejumlah masalah SOP pada dapur SPPG yang berkaitan dengan enam kasus dugaan keracunan MBG.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News