Pilot Asing Ditangkap Bawa 25 Kg Ekstasi Ekstasi, Bos Astro Jet Soroti Hal Ini
Gema juga mengapresiasi langkah aparat penegak hukum yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika tersebut. Namun, dia mendorong penyidik terus mengembangkan kasus hingga aktor utama dan jaringan di baliknya dapat dibongkar.
Baca Juga:
"Kami mendukung aparat untuk berani membongkar sindikat. Penindakan yang konsisten, transparan, dan menyasar aktor utama akan jauh lebih efektif dibanding menciptakan ketakutan publik terhadap profesi pilot," katanya.
Dia juga mengajak komunitas penerbangan untuk menjaga integritas profesi sekaligus mendorong otoritas bandara, maskapai, dan aparat penegak hukum memperkuat sistem pengawasan secara berkelanjutan.
"Mayoritas pilot bekerja dengan standar tinggi, disiplin, dan diawasi oleh prosedur keselamatan yang ketat. Yang harus kita jaga adalah kepercayaan publik, sekaligus memastikan langkah penindakan tidak berubah menjadi perlakuan yang melemahkan keselamatan penerbangan," tutur Gema.
Sebelumnya, seorang pilot warga negara Malaysia berinisial MSBO ditangkap di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (28/7). MSBO diduga menjadi kurir 70.114 butir ekstasi seberat sekitar 25 kilogram yang dibawa menuju Indonesia.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penangkapan bermula ketika petugas Bea Cukai Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-ray terhadap barang bagasi penumpang internasional.
Petugas kemudian mendapati sebuah koper yang mencurigakan dan melihat MSBO mengambil koper tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 14 bungkus besar dan satu bungkus paket narkotika jenis sabu-sabu.
"Jumlah total barang bukti ekstasi sebanyak 70.114 butir dengan berat netto 25.194,83 gram (25 kilogram, red)," kata Eko dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/7).
Pilot Malaysia ditangkap membawa 70.114 ekstasi seberat 25 kg. CEO Astro Jet meminta kasus tersebut tak menjadi alasan menstigma profesi pilot.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News