Kemenkes: 30 Persen Remaja Indonesia Anemia, PBNU Perkuat Edukasi di Pesantren
Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan remaja (growth spurt).
Sayangnya, banyak remaja putri memiliki persepsi keliru terhadap bentuk tubuh sehingga membatasi asupan makanan secara ekstrem.
Kondisi tersebut berisiko memicu gangguan makan, seperti anoreksia maupun bulimia nervosa.
Sebagai bagian dari program tersebut, GKMNU telah menyusun modul pendidikan kesehatan reproduksi khusus bagi santri di lingkungan pesantren.
Modul itu dirancang untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan reproduksi, termasuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren.
Selain membahas kesehatan reproduksi, modul tersebut juga memuat materi mengenai pencegahan anemia, penguatan kemampuan mengambil keputusan, hingga membangun ketahanan santri agar tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru di media sosial maupun lingkungan pergaulan.
PBNU melalui GKMNU memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi di pesantren. Kemenkes mengungkap sekitar 30 persen remaja Indonesia mengalami anemia.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News