Kemenkes: 30 Persen Remaja Indonesia Anemia, PBNU Perkuat Edukasi di Pesantren

Kamis, 30 Juli 2026 – 21:30 WIB
Kemenkes: 30 Persen Remaja Indonesia Anemia, PBNU Perkuat Edukasi di Pesantren - JPNN.com Jatim
Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pesantren Batch II di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah, Pasuruan, Kamis (30/7). Foto: Source for JPNN

Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan remaja (growth spurt).

Sayangnya, banyak remaja putri memiliki persepsi keliru terhadap bentuk tubuh sehingga membatasi asupan makanan secara ekstrem.

Kondisi tersebut berisiko memicu gangguan makan, seperti anoreksia maupun bulimia nervosa.

Sebagai bagian dari program tersebut, GKMNU telah menyusun modul pendidikan kesehatan reproduksi khusus bagi santri di lingkungan pesantren.

Modul itu dirancang untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan reproduksi, termasuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

Selain membahas kesehatan reproduksi, modul tersebut juga memuat materi mengenai pencegahan anemia, penguatan kemampuan mengambil keputusan, hingga membangun ketahanan santri agar tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru di media sosial maupun lingkungan pergaulan.

PBNU melalui GKMNU memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi di pesantren. Kemenkes mengungkap sekitar 30 persen remaja Indonesia mengalami anemia.

Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra

Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News