Kinerja GoTo Makin Moncer, Laba Tembus Rp252 Miliar dan EBITDA Lampaui Rp1 Triliun

Rabu, 29 Juli 2026 – 20:32 WIB
Kinerja GoTo Makin Moncer, Laba Tembus Rp252 Miliar dan EBITDA Lampaui Rp1 Triliun - JPNN.com Jatim
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II 2026. GoPay menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar, sementara GTV naik 83 persen dan EBITDA menembus Rp1 triliun. Foto: Dok. GoTo

"Penyesuaian ini memang tidak mudah, tetapi kami percaya dapat mengelola dampaknya dengan baik. Karena itu, kami tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun," katanya.

Segmen Fintech melalui GoPay menjadi kontributor pertumbuhan terbesar bagi GoTo pada kuartal II 2026. EBITDA yang disesuaikan melonjak 447 persen menjadi Rp481 miliar, sedangkan pendapatan bersih meningkat 53 persen menjadi lebih dari Rp2 triliun. Jumlah Monthly Transacting Users (MTU) mencapai 28,8 juta pengguna.

Sementara itu, jumlah transaksi meningkat 91 persen menjadi 2,4 miliar transaksi. Nilai buku pinjaman juga tumbuh 58 persen menjadi Rp11 triliun dengan kualitas pinjaman yang tetap terjaga.

Melihat tren positif tersebut, GoTo menaikkan proyeksi EBITDA bisnis Fintech sepanjang 2026 menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun. Adapun kontribusi bisnis On-demand Services diproyeksikan berada di kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun.

Di tengah pertumbuhan bisnis, GoTo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi. Perusahaan memperluas berbagai program bagi Mitra Driver Gojek, mulai dari kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, program beasiswa, hingga pemberangkatan umrah gratis.

"Seiring berkembangnya ekosistem, kami terus berinvestasi untuk mendukung pelanggan, termasuk para Mitra Driver Gojek. Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo," tutur Hans.

Selain itu, GoTo juga berencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau sekitar 2,7 persen dari total saham beredar. Rencana tersebut akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). (mcr12/jpnn)

GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II 2026. GoPay menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar, sementara GTV naik 83 persen.

Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra

Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News