Komisi VI DPR Dukung Konsolidasi BUMN Maritim, PT PAL Jadi Motor Industri Kapal Nasional
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan konsolidasi bukan sekadar menyatukan sejumlah perusahaan, melainkan membangun ekosistem industri maritim yang saling terintegrasi.
"Konsolidasi ini bukan sekadar menggabungkan entitas usaha, tetapi membangun ekosistem industri galangan kapal nasional yang saling menguatkan melalui optimalisasi kapabilitas galangan, pemberdayaan SDM, serta penguatan industri komponen dalam negeri," kata Kaharuddin.
Dia menambahkan, konsolidasi juga akan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), mempercepat alih teknologi, serta memperkuat kemandirian industri maritim Indonesia.
Direktur Utama PT PELNI Budi Setyawan Wijaya menyebut penguatan industri galangan nasional sangat penting untuk mendukung program peremajaan armada yang melayani lebih dari 1.100 rute pelayaran di Indonesia.
"Sebagai operator transportasi laut nasional, kami membutuhkan armada yang semakin andal, aman, dan efisien. Sinergi dengan industri galangan kapal nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas nasional sekaligus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri," ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan penguatan industri galangan kapal nasional menjadi kunci percepatan modernisasi armada penyeberangan.
"Peremajaan armada merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan, pelayanan, dan konektivitas antarpulau. Kami optimistis penguatan ekosistem galangan kapal nasional akan menghadirkan solusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo Achmad Muchtasyar menilai penguatan industri galangan kapal harus berjalan seiring dengan modernisasi pelabuhan agar tercipta sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.
Komisi VI DPR RI mendukung konsolidasi BUMN maritim yang dipimpin PT PAL Indonesia untuk memperkuat industri galangan kapal.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News