BBKSDA Jatim Perketat Pengawasan KBS Usai Kasus Dugaan Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar
Novi menyebut, berdasarkan laporan rutin yang diterima selama periode 2016-2024, pihaknya tidak menemukan adanya laporan mengenai satwa yang mengalami kekurangan pakan.
"Kalau berdasarkan dokumen maupun laporan yang kami terima, tidak ditemukan laporan kekurangan pakan," katanya.
Meski begitu, BBKSDA masih akan menelusuri data kematian satwa selama periode tersebut untuk memastikan penyebabnya.
Menurut Novi, setiap kematian satwa wajib dilaporkan disertai berita acara yang memuat penyebab kematian.
Dia menegaskan kematian satwa tidak selalu dipicu kekurangan pakan.
"Penyebab kematian satwa tidak selalu karena kekurangan pakan. Bisa karena sakit, dehidrasi, stres, atau faktor lainnya," ujarnya.
Khusus satwa yang berstatus dilindungi, BBKSDA akan melakukan pemeriksaan nekropsi guna memastikan penyebab kematian.
Terkait penyidikan dugaan korupsi, Novi mengatakan hingga kini Kejati Jatim belum meminta keterangan kepada BBKSDA.
BBKSDA Jawa Timur akan memperketat pengawasan Kebun Binatang Surabaya setelah dugaan korupsi anggaran pakan satwa Rp10,2 miliar.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News