Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia
Dalam konteks tersebut, saya meyakini bahwa PLN merupakan bagian dari solusi, bukan semata-mata objek kritik. Tantangan yang dihadapi PLN sangat kompleks: menjaga keandalan sistem nasional sekaligus mengintegrasikan bauran energi terbarukan yang terus meningkat.
Justru karena itulah ruang dialog antara PLN, pemerintah, kawasan industri, investor, pengembang energi terbarukan, dan pemerintah daerah perlu semakin terbuka. Semakin cepat berbagai bottleneck dibicarakan secara jujur, makin cepat pula solusi dapat dirumuskan bersama.
Pada akhirnya, Indonesia tidak membutuhkan target yang lebih besar. Indonesia membutuhkan peta jalan yang lebih rinci.
Presiden telah memberikan arah melalui target 100 GW PLTS. Kini saatnya seluruh pemangku kepentingan menerjemahkan visi tersebut menjadi agenda implementasi yang terukur, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, dalam ekonomi hijau, yang akan memenangkan persaingan bukanlah negara yang memiliki matahari paling melimpah, melainkan negara yang paling cepat mengubah cahaya matahari menjadi listrik, listrik menjadi investasi, investasi menjadi industri, dan industri menjadi kesejahteraan.
Indonesia tidak pernah kekurangan matahari.
Yang masih kita butuhkan adalah keberanian untuk menghilangkan bottleneck yang menghalangi cahaya itu menjadi kekuatan ekonomi bagi bangsa. (*)
Penulis adalah Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Didik Prasetiyono
Ketua UMUM HKI Didik Prasetiyono memberikan opini terkait target PLTS 100 gigawatt dan bottleneck energi surya Indonesia.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News