Tenun Kluwung Barik Karya Dosen Unesa Dipamerkan di Ajang Internasional di Bali
Selain mengeksplorasi material lokal, Barik juga mengangkat isu keberlanjutan. Serat daun nanas yang selama ini banyak dianggap sebagai limbah pertanian diolah menjadi material kriya bernilai artistik sekaligus ramah lingkungan.
Inty menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi tenun kluwung tidak hanya dapat dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus dikembangkan untuk menjawab tantangan seni kriya kontemporer, termasuk isu lingkungan.
Pameran Becoming: Prakriti–Pustaka–Padma mengangkat tiga tema utama, yakni Prakriti sebagai representasi alam, Pustaka sebagai pengetahuan dan tradisi intelektual, serta Padma atau bunga teratai sebagai simbol pertumbuhan dan transformasi.
Melalui keikutsertaannya dalam ajang tersebut, Barik turut memperkenalkan kekayaan material lokal Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa kriya berbasis tradisi mampu berkontribusi dalam dialog global mengenai inovasi dan keberlanjutan. (mcr12/jpnn)
Dosen Unesa memperkenalkan karya tenun kluwung Barik berbahan serat daun nanas Kelud dalam pameran kriya internasional di ARMA Museum, Bali.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News