Lolos Magang Internasional di Thailand, Mahasiswi Untag Surabaya Bagikan Tips Sukses
Dia menangani reservasi layanan spa, menjelaskan jenis perawatan, menerima panggilan telepon, mengatur jadwal terapis, hingga berkoordinasi dengan berbagai departemen hotel.
Setiap hari, Annisa juga berinteraksi dengan tamu dari berbagai negara.
Meski telah memiliki bekal bahasa Inggris selama kuliah, Annisa mengaku sempat mengalami culture shock ketika pertama kali bekerja di Thailand.
Tantangan terbesar yang dia rasakan adalah memahami aksen bahasa Inggris masyarakat setempat.
"Salah satu culture shock yang paling saya rasakan adalah cara orang Thailand berbicara menggunakan bahasa Inggris. Awalnya saya sering bingung karena pengucapannya berbeda dengan yang biasa saya pelajari. Misalnya, kata yang berakhiran huruf 'L' sering terdengar seperti 'N', atau huruf 'S' terdengar seperti 'T'," ucapnya. .
Namun, tantangan tersebut perlahan bisa diatasi karena setiap hari dia harus berkomunikasi dengan tamu maupun rekan kerja dari berbagai negara.
Menurut Annisa, pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa kemampuan bahasa Inggris saja tidak cukup, tetapi juga harus mampu memahami berbagai aksen internasional.
Selain itu, dia juga belajar budaya kerja di Thailand yang menjunjung tinggi disiplin, ketepatan waktu, kerja sama tim, serta pelayanan prima.
Mahasiswi FIB Untag Surabaya menjalani magang di hotel bintang lima Thailand. Simak kisahnya menghadapi culture shock hingga melayani tamu internasional.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News