Unusa Mulai Selenggarakan PPDS, Terima 10 Dokter pada Angkatan Perdana
Menurutnya, kampus telah memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang bertugas menangani setiap laporan dugaan kekerasan di lingkungan kampus.
“Saya tegaskan tidak ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di Unusa. Kami ingin membangun budaya akademik yang sehat sejak angkatan pertama PPDS ini,” tuturnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Unusa Prof Budi Santoso mengatakan peserta angkatan pertama berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur, termasuk wilayah kepulauan seperti Masalembu yang selama ini masih mengalami keterbatasan dokter spesialis.
"Kami berharap setelah menyelesaikan pendidikan, mereka kembali membawa kompetensi terbaik untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah masing-masing,” kata Budi.
Dia menambahkan, penyelenggaraan PPDS didukung rumah sakit pendidikan, dosen, serta dokter pendidik klinis yang berpengalaman.
Kurikulum yang diterapkan juga dirancang tidak hanya menguatkan kemampuan klinis, tetapi juga penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Pembukaan PPDS di Unusasekaligus mendukung program pemerintah dalam mempercepat pemenuhan dokter spesialis," katanya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia saat ini baru mampu menghasilkan sekitar 2.700 dokter spesialis setiap tahun, sedangkan kebutuhan ideal mencapai sekitar 32.000 dokter spesialis per tahun.
Unusa membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dengan menerima 10 mahasiswa angkatan pertama. Mereka diproyeksikan kembali mengabdi di daerah asal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News