Viral Petani Diangkut Drone Sejauh 1,5 Km di Tuban, Begini Penjelasan Pemiliknya
Awalnya, drone digunakan untuk membawa air dan pestisida. Setelah dimodifikasi dengan melepas tangki air, drone dimanfaatkan untuk mengangkut pupuk, bibit, dan perlengkapan pertanian lainnya.
"Itu kapasitasnya bisa membawa sekitar 150 liter air. Setelah dimodifikasi, kami gunakan untuk membawa pupuk dan bibit," katanya.
Budianto mengungkapkan drone merek DJI Agras T100 dengan harga yang tak murah, berkisar antara Rp320 juta-Rp350 juta per unit.
Drone itu dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan di lahan yang sulit dijangkau, termasuk mengangkut logistik pertanian sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.
Menurut dia, video pekerja yang diangkut drone sebenarnya dibuat hanya untuk konten media sosial.
"Itu sebenarnya buat konten saja. Iseng mencoba apakah drone kuat mengangkat pekerja dengan berat sekitar 60 sampai 70 kilogram. Ternyata bisa," ujarnya.
Di luar dugaan, video tersebut mendapat perhatian besar dari warganet hingga ditonton jutaan kali dan dibagikan ribuan kali.
Meski demikian, Budianto mengakui drone pertanian tersebut pada dasarnya tidak dirancang untuk mengangkut manusia.
Video petani diangkut drone di Tuban viral di media sosial. Pemilik drone menjelaskan alat itu digunakan karena akses menuju lahan sangat sulit.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News